- Pengertian Displin Kelas Berbasis Karakter
Disiplin kelas berbasis karakter ini berasal dari beberapa kata, yaitu disiplin, kelas, dan karakter.
- Pengertian Disiplin
a. Displin ialah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. (Siswanto, 2001)
b. Disiplin ialah suatu kemauan dan perbuatan seseorang dalam mematuhi seluruh peraturan yang telah terangkai dengan tujuan tertentu. (John Macquarrie)
Sehingga dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah perasaan taat dan patuh terhadap peraturan yang berlaku dengan tujuan tertentu.
- Pengertian Kelas
a. Kelas dalam arti sempit, yaitu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses pembelajaran.
b. Kelas dalam arti luas, adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas merupakan suatu ruangan yang dibatasi empat dinding yang memiliki fungsi sebagai tempat kegiatan tatap muka dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk mencapai suatu tujuan.
- Pengertian Karakter
a. Karakter merupakan sifat kejiwaan, akhlak, serta budi pekerti yang dimiliki seseorang yang membuatnya berbeda dibandingkan dengan orang lainnya. (Kamisa)
b. Karakter merupakan kepribadian yang dapat dilihat dari titik moral maupun tolak etis. (Gulo W)
Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakter adalah watak, sifat, akhlak ataupun kepribadian yang membedakan seorang individu dengan individu lainnya.
- Pengertian Disiplin Kelas Berbasis Karakter
Sesuai dengan penjelasan mengenai pengertian dari kata disiplin, kelas, dan karakter. Jadi, disiplin kelas berbasis karakter adalah watak, sifat, akhlak ataupun kepribadian terkait ketaatan dan kepatuhan seseorang dalam nilai-nilai yang dipercaya dan menjadi tanggung jawab dalam sebuah ruangan di sekolah. Sehingga pendidikan karakter menegaskan bahwa apabila pembelajaran di kelas ingin berhasil, maka harus mengubah sikap mereka, cara berfikir dan cara merasa mereka. Disiplin harus mengarahkan mereka untuk ingin berprilaku berbeda. Disiplin harus membantu mereka mengembangkan kebaikan berupa rasa hormat, empati, simpati, penilaian yang baik, dan control diri, dan lain-lain yang tidak mengarah kepermasalah disiplin. Apabila kebaikan tersebut tidak dikembangkan, maka tidak akan terciptanya disiplin kelas yang berbasis karakter. Maksud disiplin disini peserta didik secara sadar mampu melakukan kewajibannya, akan tetapi bukan adanya punishment (hukuman) namun ia mengetahui pentingnya disiplin dalam melakukan kewajibannya selain itu peserta didik mengetahui manfaat dari itu semua dan akan kembali kepada dirinya yang nantinya berguna untuk mencapai kesuksesannya dimasa depan.
2. Cara Membangun Disiplin Kelas Berbasis Karakter
Pemerintah telah menetapkan sebuah kebijakan bahwa lulusan sekolah saat ini harus memiliki nilai-nilai karakter. Pembentukan karakter dapat dilakukan melalui proses pendisiplinan. Disiplin berbasis karakter ini sangat penting bagi pendidikan karakter, apabila ingin pembelajarannya berhasil maka seorang guru harus mengubah peserta didiknya untuk lebih baik agar sesuai yang diharapkan. Akan tetapi karakter yang diharapkan disini bukan sebagai sebuah cara untuk membentuk karakter siswa, namun diharapkan ia dapat menjadi sebuah karakter yang melekat dalam diri siswa. Ketika hal ini sudah terjadi, maka siswa secara sadar melakukan kewajibannya. Ia melakukan itu bukan karena ia mengetahui pentingnya disiplin dalam melakukan kewajiban itu. Ia sudah mengetahui manfaat dari itu semua akan kembali kepada dirinya yang nantinya berguna untukmencapai kesuksesannya dimasa depan. Dengan ini mengubah peserta didik untuk lebih baik bukanlah hal yang mudah, sehingga seorang guru harus melakukan suatu pendisiplinan. Nah dibawah ini akan dibahas mengenai beberapa cara untuk membangun disiplin kelas yang berbasis karakter diantaranya:
- Berbagi Agenda
Agenda guru merupakan buku catatan yang berupa acara-acara yang akan di laksanakan dalam sebuah pembelajaran. Agenda guru ini berarti guru memberikan materi kepada peserta didik, namun agenda peserta didik adalah bukan mempelajari materi tersebut, akan tetapi untuk memahami agenda intruksional yang ada. Salah satu cara melakukannya adalah dengan menjelaskan kepada peserta didik tujuan pembelajaran yang diberikan, dasar pemikirannya, dan pola pembelajaran yang akan digunakan guru untuk mencapai tujuan. Guru dalam menjelaskan tujuan pembelajaran harus dapat dipahami peserta didik salah satu contohnya dengan mengajukan pertanyaan, misalnya :
“apa yang akan kita pelajari hari ini?”
“mengapa penting bari kita untuk mengetahuinya?”
“bagaimana kita akan mempelajarinya?”
Dengan adanya pertanyaan seperti itu maka peserta didik akan paham terhadap materi yang akan disampaikan. Karena mereka tahu akan tujuan pembelajarnnya. Sehingga peserta didik mengetahui arah pembelajaran yang akan dilakukannya. Jadi peserta didik tidak banyak memikirkan apa yang akan dipelajarinya. Apabila agenda yang dilakukan oleh guru tidak vcdipahami peserta didik maka pembelajaran akan berlangsung dengan kacau karena tidak ada intruksi yang jelas. Sehingga seorang guru harus mampu memberikan pemahaman kepada semua peserta didik terkait tujuan pembelajaran yang akan disampaikannya.
- Libatkan Peserta didik Dalam Membuat Aturan
Aturan merupakan tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Sehingga untuk membuat aturan ini harus melibatkan peserta didik supaya mereka merasa dihargai dan diperlakukan secara adil, karena aturan ini harus disepakati dan dijalankan, apabila tidak dijalankan akan mendapatkan konsekuensinya. Nah apabila peserta didik di libatkan maka dia akan paham karna yang membuat aturan serta konsekuensinya mereka sepakati. Misalnya seorang guru membuat beberapa kelompok untuk berdiskusi terkait aturan atau tata tertib yang harus dipatuhi di dalam kelas serta konsekuensinya. Kemudian hasil dari diskusi kelompok tersebut di presentasikan dengan bimbingan guru kemudian ditulis. Mana aturan yang harus ditetapkan, di tambahkan, atau di hapuskan. Akan tetapi guru memberikan penjelasan mengenai keputusan yang disepakati bersamanya sehingga peserta didik paham akan aturan yang di tegakkan.
- Berbagi Rencana Dengan Orang Tua
Rencana merupakan pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Dengan ini seorang guru harus membuat sebuah rencana untuk untuk mencapai tujuan. Salah satunya dengan rencana pendisiplinan. Ditingkat Sekolah Dasar, dalam menerapkan sebuah perencanaan kedisiplinan guru harus menjelaskan mengenai aturan yang ada di dalam kelas beserta konsekuensinya selain itu guru juga harus membuat salinan rencana disiplin itu kemudian diberikan kepada orang tua di awal tahun pembelajaran. Sehingga nantinya guru dapat meminta bantuan kepada orang tua di titik tertentu dalam memecahkan sebuah permasalahan yang terjadi, karena orang tua telah mengetahui dan menyepakati sebelumnya aturan yang telah dibuat oleh guru bersama anak-anaknya. Selain itu orang tua juga dapat mengawasi dan memberitahu kepada anaknya terhadap perilaku anaknya yang sekiranya menyimpang. Sehingga orang tua akan membantu guru untuk menjalankan rencana yang telah di susun sesuai dengan harapan.
- Gunakan Bahasa Yang Baik
Menurut Linda Popov dalam the vitures project educator’s guide bahwa bahasa kebaikan dapat membentuk karakter. Bahasa kebaikan dapat digunakan untuk memuji peserta didik, misalnya kerja kamu bagus, kamu anak yang rajin, tingkatkan prestasimu, dan lain-lain. Selain itu bahasa kebaikan juga dapat di gunakan untuk mengkoreksi atau mengarahkan kembali perilaku yang baik dalam melihat sebuah permasalahan bahasa kebaikan digunakan untuk mengarahkan peserta didik anda dalam sudut pandang yang positif. Janganlah memakai sudut pandang subyektif dalam menilai sebuah permasalahan, namun dengarkanlah terlebih dahulu sudut pandang orang yang anda ajak bicara. Setelah melihat dari sudut pandangnya, jika ada yang kurang tepat maka dekati dan giringlah ia menuju kebaikan dengan bimbingan serta bahasa yang baik.
Apabila seorang peserta didik melakukan kesalahan dan gurunya malah memaki, pembentukan karakter peserta didik itu tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan, karena dengan itu peserta didik akan lebih berontak dibanding menuruti gurunya. Karena dia akan berpikir bahwa yang peserta didik itu lakukan adalah benar menurut sudut pandangnya dan orang lain tidak akan merasakan apa yang ia rasakan.
- Membantu Peserta didik Belajar Dari Kesalahan
Setiap orang pasti melakukan kesalahan terutama peserta didik. Seorang guru harus mampu mengajarkan kepada peserta didik bagaimana mereka mengakui kesalahan yang mereka lakukan, kemudian guru membimbing peserta didik untuk belajar dari kesalahan tersebut kemudian memperbaikinya dan menghindari peserta didik terjebak kepada kesalahan yang sama.
- Membantu Para Peserta didik Membuat Rencana Perubahan Perilaku
Ketika sebuah pelanggaran dari aturan yang dibuat terjadi, bahkan jika terjadi untuk yang kedua atau ketiga kalinya, seorang guru harus dapat membantu peserta didik untuk membuat rencana perubahan perilaku secara tertulis. Rencana tersebut berisi peraturan apa yang dia langgar, kapan ia melanggarnya, apa rencana yang akan ia lakukan untuk memperbaiki pelanggaran tersebut, serta apakah rencana tersebut telah berhasil.
Dengan adanya sebuah rencana perubahan perilaku dan dorongan dari guru maka peserta didik akan merasa dihargai dan malu untuk membuat kesalahan apalagi dengan ditulis dan dibuat sebuah rencana pasti akan adanya sebuah dorongan untuk peserta didik tersebut.
- Bahaslah Mengapa Perilaku Itu Salah
Ketika seorang peserta didik melakukan sebuah kesalahan, jangan hanya sekedar memberi hukuman. Namun bicarakan kepada mereka mengapa perbuatan itu salah serta dampak apa saja yang akan mereka tanggung dengan melakukan perbuatan yang salah tersebut.
Untuk menjelaskan perbuatan tersebut itu salah maka seorang guru bisa menggunakan sebuah cerita tokoh yang pernah melakukan kesalahan yang sama dan akibat yang tokoh tersebut terima ketika melakukan kesalahan tersebut, sehingga peserta didik menjadikan cerita tokoh tersebut sebagai sebuah cerminan baginya.
- Berikan Tanggung Jawab Kepada Anak Yang Sulit Di Atur
Ketika mengahapi anak yang sulit diatur, pemberian hukuman bukanlah solusi yang baik. Dalam hal ini yang bisa seorang guru lakukan adalah dengan memberi sebuah tanggung jawab kepada anak tersebut. Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Dengan pemberian tanggung jawab tersebut dapat dipandang lebih mampu untuk membentuk karakter anak. Dalam melaksanakan tugas tersebut tentunya harus disertai dengan pendampingan seorang guru yang memiliki sikap dewasa, tegas, dan mampu bekerjasama dengannya, penuh kasi sayang, dan dapat memahami karakter anak tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar